Waikilok-Lembata–Aksi nyata KBL(Komunitas Bonsai Lembata)hari ini Sabtu 26 Maret 2022,di Kapela St.Yosep Waikilok.Sosial Karitatif rumah ini dalam bentuk bunga yang beraneka ragam.Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang di lakukan oleh Komunitas Bonsai Lembata(KBL).
Lebih kurang 20 orang anggota KBL menanam bunga yang bervariasi yakni Cemara udang,bunga puring dan pohon peneduh lainnya.Bagi KBL, mungkin ini terkesan tidak terlalu bernilai namun inilah persembahan yang tulus dan cuman ini yang boleh kami berikan sesuai kemampuan kami’ucap Ketua KBL Bapak Herman Ola Egi.
Nilainya tidak seberapa namun kami berharap ini jadi kenang-kenangan KBL dan semoga bisa di rawat sampai menjadi pohon peneduh sekaligus boleh memberi kesejukan bagi warga’lanjut beliau.Akhir kegiatan,salah seorang warga mengucapkan terima kasih dan apresiasi serta permohonan maaf atas pelayanan yang mungkin kurang baik untuk KBL.
Kami berharap kita tetap jalin kerjasama untuk kegiatan selanjutnya,dan jangan sungkan untuk menghubungi KBL jika di butuhkan.Kami siap melayani ‘ujar Bapak Herman Ola Egi ketua KBL kepada warga sekaligus menutup kegiatan ini.
Lewoleba-Longser-Hari ini ketua Komunitas Bonsai Kupang mampir di markas KBL(Komunitas Bonsai Lembata).Terima kasih om Kristo Puan yang adalah ketua komunitas bonsai kota Kupang yang sudah luangkan waktu hadir di Lembata. Om Kris sudah banyak berbagi dan memberikan banyak pengalaman berharga kepada KBL tentang bagaimana memproses bonsai serta tips dan trik. Bagaimana seni menghasilkan bonsai ada pada karakter dan selera orang itu sendiri”kata om Kris ‘. Bonsai merupakan miniatur pohon.Oleh karena itu harus betul-betul kelihatan mini.
Dalam proses ini butuh waktu yang cukup panjang dan tanpa batas waktu yang pasti. Tidak sedikit juga waktu yang diluangkan dalam menghasilkan karya seni bonsai itu sendiri. Hasil karya seni bonsai sudah cukup memuaskan diri sendiri jika yang jadi tujuan adalah hobi semata.Namun lebih daripada itu seni bonsai merupakan karya yang tanpa batas,dan bisa dinikmati orang banyak karena seni itu memang tak berujung dan tanpa titik akhir.
Sampai kapanpun pembonsai tetap berkarya untuk menghibur diri dan orang lain ,juga sebagai bentuk menyalurkan hobi,disamping memiliki nilai komersial yang cukup wow.
Pada akhirnya tidak hanya orang yang berkarya seni bonsai yang akan menikmati karyanya sendiri namun semua orang akan bisa menikmati karya bonsai ini.
Sebelum berpamitan,ketua Komunitas Bonsai Lembata yakni Om Herman Oe mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dari Om Kristo Puan(Ketua Komunitas Bonsai Kupang). *fl*
Lewoleba,Kedai Pemuda- Salah satu sarana pendukung kelancaran sebuah proses pendidikan adalah Gedung. Gedung sekolah yang baik dan nyaman maka akan menciptakan suasana belajar mengajar yang nyaman pula, baik untuk guru/pendidik maupun tenaga kependidikan dan peserta didik/siswa/i.
Potret di atas menunjukan kondisi pembangunan gedung SDI Lodotodokowa Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata, yang sangat memprihatinkan. Gedung SD Lodotodokowa yang dibangun ditebing, fundasinya dibangun diatas tanah numpang sehingga gedung dengan tiga ruang kelas tersebut rusak dan sangat beresiko bagi anak anak didik dan guru/pendidik.
Anggota DPRD Lembata, Paulus Toon Tukan yang akrab disapa Fritz Tukan kepada media Kilat News ,Senin (12/7/2021) mengatakan masyarakat sudah berulangkali menyampaikan kepada dinas maupun kepada DPRD Lembata, namun sampai sekarang gedung tersebut belum diperbaiki.
Beliau mengatakan, kondisi ini sangat beresiko terhadap keselamatan anak-anak didik, guru-guru dan warga sekolah yang berada di lokasi gedung tersebut. Beliau mengatakan lantai gedung tersebut sudah retak semua, fundasi bangunan yang berada di tebing tersebut sudah bergeser. Lanjut Fritz, menurut pengakuan dari masyarakat setempat bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten sudah beberapa kali turun ke lokasi namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya, apakah tetap bangun di lokasi yang sama atau pindah.
Fritz Tukan mengatakan dirinya akan menyampaikan kepada komisi III DPRD Lembata yang membidangi pendidikan, supaya bisa turun ke Lodotodokowa untuk melihat secara langsung kondisi sekolah tersebut. Ia meminta kepada DPRD dan Pemerintah agar pembangunan gedung SDI Lodotodokowa menjadi prioritas dan bisa dibangun tahun ini (2021) atau tahun 2022.
Lanjut Fritz, jika dibiarkan saja, maka ketika musim hujan nanti bisa saja gedung tersebut akan longsor tanpa bekas dan akan menghambat proses belajar mengajar di lembaga pendidikan tersebut. “Saya harap tahun ini bisa dibangun atau paling lambat tahun depan sehingga proses belajar mengajar di sekolah itu bisa berlangsung aman dan nyaman.” (KP)
Pemuda Lembata– Masih tentang kisah piluh warga terdampak erupsi gunung ile lewotolok. Setelah sebulan lebih warga yang terdampak erupsi gunung ile lewotolok mengungsi dan dilakukan pemulangan kembali pada tanggal 02 Januari 2021. Hingga sebagian warga masih merasa ketakutan dan panik.
Salah satu lokasi pilihan mandiri warga dari kampung Bungamuda dan Lamawara yakni area Parek Walang. Mungkin lokasi/area ini menurut mereka boleh mengurangi rasa takut dan panik yang masih menghantui mereka. Dengan beratapkan seng bekas dan daun kelapa kering juga berdindingkan kain-kain bekas serta tidur beralaskan tumpukan kain-kain namun pilihan ini menjadi alternatif yang harus mereka tempuh.
Hari ini tim relawan Pemuda dan Bapak Paulus Toon Tukan ADPRD dari fraksi Partai Demokrat menyambangi beberapa pondok guna memberikan penguatan dan pendampingan psikis serta membawa sedikit bingkisan untuk warga disana. Kehadiran di sambut haru dan tangis oleh beberapa warga jompo di lokasi ini.
Adapun pengeluhan yang barangkali menjadi perhatian untuk kita semua pemerhati yang juga turut merasakan penderitaan saudara/i kita ini yakni terkait kebutuhan air minum,cuci dan mandi. Anggota DPRD Bapak Paulus Toon Tukan yang juga berada di komisi satu yang menangani pemerintahan,akan berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah untuk menangani persoalan ini.*edm*
Lewoleba- Hari ini merupakan hari yang istimewa di mana kita masyarakat Lembata boleh menilai kinerja kerja ke-25 ADPRD yang sudah 1 tahun menjabat. Sebagai masyarakat sekaligus anak muda Lembata maka Yoan Lucano Peuobung mewakili orang muda memberikan profisiat atas masa 1 tahun menjabat ke-25 ADPRD Kabupaten Lembata. Genap 1 tahun masa kepemimpinanmu para pejuang aspirasi rakyat lembata. Banyak doa dan harapan yang di titipkan di pundak kalian.Tetap menjunjung tinggi azas kepastian hukum,kepentingan umum,keterbukaan,proporsonalitas,profesionalitas,akuntabilitas,efisiensi dan kreatifitas. Menjalankan fungsi dengan baik,tetap menjaga marwah Rakyatmu,rawatlah Integritasmu dan lakukan inovasi untuk menghadirkan politik kedamaian,kerukunan,dan bineka tunggal ika”di tanah Lembata”tegas anak muda ini.
Di momentum ini juga ADPRD Paulus Toon Tukan Dari Dapil 4 ini mengucapkan Profisiat kepada ke-24 ADPRD yang lainnya yang sudah dilantik pada tanggal 02 September 2020 dan hari ini genap 1 tahun menjabat. Beliau juga mengajak Ke-24 dewan terhormat untuk bersinergi membangun Kabupaten Lembata dengan peran masing-masing.
Lanjut beliau,” hal-hal positif yang sudah dihasilkan oleh ADPRD Kabupaten Lembata masa jabatan tahun 2014-2019 akan menjadi motivasi bagi kami ADPRD masa jabatan tahun 2019-2024 untuk terus meningkatkan kinerja serta kualitas pengabdian guna mewujudkan kondisi masyarakat Kabupaten Lembata yang semakin baik dari waktu ke waktu. “Saya ucapkan terimakasih kepada Dewan yang baru saja purna yang telah bekerja dengan baik dan memberikan kontribusinya selama ini untuk mengawal dan memantau pembangunan di Kabupaten Lembata.
Mari kita lanjutkan perjuangan kedepan secara bersama-sama dengan tugas dan fungsi kita masing-masing. Tak lupa pula saya sampaikan limpah terimakasih untuk team sukses dan ribu ratu yg telah dengan caranya masing-masing yang sangat luar biasa untuk mendukung dan memilih saya menjadi keterwakilan dari Ile-Leba. Terima kasih buatmu semua.*FM*
Kedai Pemuda*Sebuah pertemuan yang tidak terencana dan tak di duga namun cukup menarik terjadi di pantai Wokal Gurumada Kec. Ile Ape, Kab.Lembata. Area pantai ini berada sebelum Kampung Lewulun dan posisi pantainya berhadapan lansung dengan Kota Lewoleba.
Pantai ini juga merupakan lokasi piknik dan juga sebagai tempat aktivitas bagi para petani rumput laut. Rata-rata masyarakat yang beraktivitas di lokasi ini berasal dari desa Lewotolok dan Tanjung Batu.
Beberapa hari sebelumnya anggota DPRD Dapil 2 Kab.Lembata Bapak Paulus Toon Tukan yang akrab di panggil Frit Tukan, di hubungi lewat Hand Phone oleh salah seorang tokoh pemuda dari Desa Lewotolok. Dirinya di minta hadir dalam acara kekeluargaan di pantai ini. Beliau pun lansung meresponnya.
Akhirnya beliau berhasil menjejaki telapak kaki pertama kali di area tersebut bersama rekan-rekannya. Diskusi pun berjalan sangat menarik diselingi canda dan tawa. Dalam diskusi ini ada beberapa tokoh masyarakat yang sangat mengapresiasi kedatangan dirinya bersama rekan-rekan.
Bapak Petrus Alwan, seorang tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat desa lewotolok, yang merupakan pembicara pertama sangat mengapresiasi dan juga mengucapkan terima kasih yang berlimpah atas kehadiran beliau bersama team.
“Selama ini belum pernah kami di kunjungi oleh atabeleken seperti Ama ini”. Kata Bapak Petrus Alwan.”Tun lema bisa jadi tun pulo,”lanjut beliau.
Susana diskusi terasa sangat menarik dengan panorama laut yang cukup indah di pantai dengan santai. Mereka meminta uluran tangan dari beliau untuk membantu memfasilitasi segala kekurangan dalam usaha merekakhususnyarumput laut. Bapak Frit Tukan juga merespon permintaan mereka dan akan berupaya untuk memenuhinya.
Dalam kunjungan ini pula Kedua desa di beri bantuan air bersih namun hanya cukup untuk sebagian warga saja karena kapasitas daya tampung air di mobil yang kurang memadai.
Kapitan Boyang Langobelen yakni seorang tokoh pemuda di desa Lewotolok,bersama teman-teman pemuda lainnya sangat berharap semoga kehadiran beliau boleh berlanjut terus.
Harapan mereka, dengan adanya pertemuan sederhana ini boleh menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Sebelum menutup diskusi, beliau meninggalkan pesan bagi warga untuk tetap mendukung pemerintah dalam semua program pembangunan.
Beliau pun menyarankan agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang negatif di social media serta selalu membangun komunikasi yang baik bersama beliau apabila ada isue yang beredar. “Tetap jaga situasi di desa agar tetap kondusif, mendukung pemerintah berarti dukung kami juga,”tegasnya.*FL*
Pemuda Lembata.home blog.Tidak pandang siapa dia dan siapa mereka tetapi yang meminta di layani pasti dia dengan tulus melayani. Memberi tak perlu di umbar tapi hal baik perlu diberitakan sehingga boleh menjadi inspirasi bagi orang lain. Semakin banyak orang tergerak hati untuk membantu sesama yang membutuhkan bantuan maka semakin banyak pula yang merasa terbantu.
Bapak Paulus Toon Tukan hadir pula di desa Kolipadan dengan aksi sederhana namun cukup berkesan. Dengan gaya yang terkesan biasa-biasa saja namun Anggota DPRD dari Dapil 2 Kab.Lembata ini bersama rekannya boleh melayani air bersih untuk sebagian masyarakat Kolipadan yang membutuhkan pelayanan air bersih. Ini bukan hal baru baginya namun aksi sosial seperti ini sudah beliau lakukan semenjak masih bekerja di Plan International.
Sadam Neren yang adalah salah seorang toko Pemuda di kampung tersebut bersama anggota pemuda lainnya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kedatangan beliau. Hadir pula aparat setempat dan beberapa tokoh masyarakat yang sempat berdiskusi dengan beliau. Mereka kelihatan sangat kompak dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan gratis air bersih oleh Bapak Frit Toon Tukan.
“Ama Frit bisa bawa air dari gunung kasih kami jo kapan kami bisa bawa ikan kasih ama mereka di gunung?”tutur Bapak Rahman. Kami tidak pilih Ama tapi ama boleh melayani kebutuhan kami”lanjut Bapak Ridwan, Bapak Lepan, Ibu Sakina, dan Ibu Ratna secara spontan.
Mereka sangat bersyukur dengan kunjungan beliau bersama rekan-rekannya. Akhir diskusi Bapak Frit Toon Tukan juga mengucapkan terima kasih atas sambutan yang baik dari masyarakat setempat dan berharap semoga tetap selalu saling membangun komunikasi.*FL.
Kedai Pemuda.blog. Reses pertama di tahun 2020 masa sidang kedua di Desa diatas langit yang lazim di sebut desa Lewoeleng mendapat sambutan baik dari warga setempat. Tampak bahagia bercampur haru di raut wajah para warga yang mendapat pelayanan dari mobil milik Bapak Paulus Toon Tukan(Frit Tukan). Kami sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya mobil milik Bapak Frit Tukan maka segala transportasi mulai dari pelayanan air bersih, angkut material bahan bangunan dan antar jemput warga pergi dan pulang dari kebun boleh mendapat pelayanan”jelas Hengky Maing salah satu toko pemuda Lewoeleng. Pada kesempatan itu Hengky Maing juga menitipkan pesan kepada Bapak Frit Tukan agar boleh di buka Pusat Kesehatan Desa( Puskesdes ) di desa Lewoeleng dengan alasan pendekatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam pertanggungjawaban moril terhadap warga yang sudah mengusungnya menjadi anggota DPRD Dapil 2 dari Partai Demokrat maka beliau memberikan kesempatan kepada warga untuk mengevaluasi kinerja beliau selama 9 bulan ini.Beberapa perwakilan tokoh masyarakat mengucapkan terima kasih berlimpah atas segala yang dilakukan oleh beliau selama 9 bulan yang memang semata hanya untuk kepentingan banyak orang tanpa pilih bulu. Kami ucapkan terima kasih atas semua yang Ama Frit sudah buat untuk kami dan kami sangat merasakan dampak itu”ucap Bapak Felix Labi. Selanjutnya Bapak Bernadus Bala juga mengucapkan hal yang sama.
Orang tanam bunga Ama Frit tanam Budi” Gurau Bapak Agus Gati yang sedikit berfilosofi untuk memotivasi warga dan sebagai bentuk syukur kepada Bapak Frit Tukan atas pelayanannya selama 9 bulan ini. Menanggapi beberapa pembicara beliau juga menekankan bahwa yang dilakukan hanya semata-mata melayani warga tanpa mengambil keuntungan dari warga.
Di akhir pertemuan, Bapak Paulus Toon Tukan yang akrab di sapa Frit Tukan ini mengucapkan terima kasih yang berlimpah kepada warga yang sudah hadir dan memberikan aspirasi. Beliau sangat mengapresiasi semangat warga setempat. Beliau juga memohon maaf atas segala hambatan program karena covid-19 juga pelayanan yang belum maximal dikarenakan kertebatasan kemampuan. Doakan saya semoga kedepan bisa ada solusi untuk pelayanan yang lebih maximal lagi. Beliau juga berharap untuk selalu menjaga situasi agar tetap kondusif dan meminta doa serta dukungan dari warga untuk beliau dan program pemerintah selanjutnya.*fml*
Gubuk sejuta emas/homeblog – Salah satupublik figure Di Kab.Lembata,Bapak Paulus Toon Tukan yang akrab di sapa Frit Tukan, menyerahkan bantuan seragam (kostum) olahraga futsal kepada Karang Taruna di Desa Hadakewa, kamis 05 Maret 2020.
Sebelumnya, beliau di hubungi via telepon oleh koordinator lapangan Karang Taruna Bapak Goris Losor. Dalam komunikasi via telepon tersebut, beliau diminta untuk mendukung kegiatan turnamen futsal yang sedianya akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Desa Hadakewa.
Sebagai tuan rumah turnamen futsal, Goris sebagai koordinator merasa masih banyak kekurangan yang perlu di siapkan oleh team.
Inisiatif dan niat baik yang cukup kreatif dari Goris sebagai koordinator,di respon baik oleh Bapak Frit Tukan. Dalam sambutan acara penyerahan, beliau menyampaikan bahwa sebagai tokoh publik dan pemuda, beliau sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan positif dari Anak muda ini.
Beberapa pesan dan harapan dari beliau yakni selalu menjaga sportifitas dan ketertiban dalam kegiatan ini.Pemuda juga harus mendukung pemerintah dalam program pembangunan desa dan dalam berprestasi terkhusus dibidang olahraga serta tetap menjaga kerja sama dan komunikasi dalam menjembatani permintaan teman-teman Karang Taruna kedepannya. “Komunikasi tidak harus bertemu dulu,lewat telepon juga saya siap layani”tegasnya.
Salah satu tokoh pemuda Lembata Yoan Lucano juga hadir mendampingi Bapak Paulus Toon Tukan (Frit Tukan) dalam acara ini. Beliau memberi semangat dan apresiasi peran serta pemuda di desa tersebut dan siap membantu memfasilitasi anak-anak muda yang putus sekolah baik ditingkat SD,SMP maupun SMA untuk boleh mendaftarkan diri mengikuti program paket sesuai jenjangnya.
Beliau juga mengarahkan kaum muda/masyarakat yang belum memiliki kartu identitas(KTP)untukbolehmelengkapi administrasi danselanjutnya siap di faslilitasi untuk proses penerbitan.
Goris Losor selaku Korlap dan mewakili seluruh anggota Karang Taruna Hadakewa dalam sambutannya juga mengucapkan banyak terima kepada Bapak Paulus Toon Tukan. “Meskipun permintaan via telepon namun beliau bisa mengakomodir permintaan kami.Kami merasa bersyukur sekali”ungkapnya dengan harapan,semoga beliau tetap menjadi wakil rakyat yang selalu bersama dengan mereka dalam situasi apapun.*fl
Muda bangkit-*– Sibuk bekerja dan sepanjang Minggu meninggalkan rumah serta menghabiskan waktu di kantor,maka hari Minggu tentu menjadi hari yang di tunggu-tunggu. Hari Minggu mungkin menjadi hari libur, hari istirahat, piknik, bahkan menjadi hari paling favorit di dalam hidup anda.
Demikian yang di alami Bapak PaulusToonTukan, anggota DPRD dapil 2 Kab. Lembata,yang memanfaatkan hari Minggu ini untuk piknik bersama anak muda Desa Waienga di Pantai Nepabelen-Waienga.
Aktivitas santai ini di awali dengan pembersihan sampah-sampah di seputaran lokasi wisata ini sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan. Setelah itu acara santai ini pun di mulai dan beliau menyerahkan sumbangan berupah sejumlah atribut olah raga futsal (bola & kostum), yang menjadi kebutuhan dan permintaan karang taruna setempat.
Dalam sapaan, beliau juga memberikan penekanan terkait peran penting anak muda/karang taruna untuk membantu pemerintah dalam membangun desa. Beliau menghimbau agar anak muda yang menjadi ujung tombak bangsa ini, khususnya anak muda di desa Waienga,untuk mulai berpikir mengelolah aset-aset yang ada di kampung Waienga.
Anak muda juga di harapkan jangan terprofokasi oleh isu-isu yang memicuh konflik dan akan berdampak pada persoalan hukum. Beliau juga berharap dengan adanya sumbangan itu,meskipun tak seberapa nilainya namun boleh merangsang,memicuh dan memotivasi karang taruna setempat untuk boleh berkompetisi serta berprestasi khususnya dalam bidang olahraga futsal. Semoga kebersamaan dan kekompakan ini tidak hanya sampai di sini, namun akan terus berlanjut”lanjut beliau.
Hal ini juga di sampaikan oleh Tokoh Pemuda Lembata Bapak Yoan Lucano Peuobung. Beliau sangat mengapresiasi kekompakan dan antusias dari anak muda/Karang Taruna Desa Waienga. Sekecil apapun tindakan itu, akan lebih bernilai dan bermanfaat dari pada konsep dan gagasan yang besar tetapitidak disertai tindakan, itu sama halnyadengannol”tegas Yoan Lucano.
Kepada Yoan Lucano, Karang Taruna Waienga juga berharap jika ada kegiatan pemuda yang berpusat di kota Lewoleba, jangan lupa untuk mengikutsertakan mereka. Kiranya semua harapan itu akan terwujud apabila ada kerjasama yang baik.*FL